Mark Uth, Striker Kualitas Semenjana yang Punya Kans Memikat Hati Low

Mark Uth - Reuters/Leon Kuegeler
13 Oktober 2018 14:25 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mark Uth masuk dalam skuat Jerman untuk dua laga di Grup 1 Liga A UEFA Nations League 2018/2019 melawan Belanda dan Prancis. Panggilan ini adalah kejutan karena Uth, striker 27 tahun yang pernah tiga musim meniti karier di Eredivisie Liga Belanda bersama Heerenven, musim ini masih mandul dalam tujuh laga Bundesliga bersama Schalke.

Jika diturunkan kala melawan Belanda, Minggu (14/10/2018) dini hari WIB nandi, Uth akan menjadi pemain ke-100 yang mencatat debut bersama Die Mannschaft di bawah kepelatihan Joachim Low.

Uth sebenarnya sudah sejak musim lalu dijagokan menjadi striker Jerman. Dia cukup produktif di Hoffenheim. Apalagi, Jerman tak punya striker jempolan selepas ditinggal pensiun Miroslav Klose. Timo Werner masih muda dan angin-anginan. Sandro Wagner terlalu arogan dan akhirnya pensiun dari Timnas Jerman lantaran ngambek tak disertakan Low ke skuat Piala Dunia 2018. Sementara Mario Gomez sudah menua dan akhirnya undur diri dari pentas internasional setelah Piala Dunia yang memilukan di Rusia. Low masih punya Nils Petersen. Namun, striker Freiburg itu cedera dan Low tak punya pilihan kecuali memanggil Uth.

Ini adalah kesempatan besar yang tak boleh disia-siakan Uth. Low belum punya komposisi paten di lini depan. Werner belum sepenuhnya bisa diandalkan. Low juga belum berani berspekulasi memanggil penyerang muda potensial macam Johannes Eggestein yang sudah mulai matang bersama Werder Bremen.

“Kami sudah mengawasi Mark Uth sejak lama. Dia dinamis, cepat, dan selalu menghadirkan ancaman di muka gawang. Sekarang kami ingin mengetahui kualitasnya secara lebih baik,” kata Joachim Low sebagaimana dikutip dari Deutsche Welle, Jumat (12/10/2018).

Atribut-atribut yang disebutkan Low itu melakat dalam diri Uth. Dia pekerja keras dan mampu berlari cepat. Sayangnya, Uth tak punya catatan gol yang baik. Sebagai striker, dia tak cukup tajam.

Bersama FC Koln II, selama dua musim Uth membukukan 16 gol dalam 41 laga. Uth mengawali karier di liga teratas di Belanda bersama Heerenven pada 2012. Hingga 2015, dia bermain 35 kali dan mencatat 15 gol. Uth sempat menjalani periode peminjaman di klub gurem Heracles Almalo pada 2013-2014, dia membuat delapan gol dalam 28 partai.

Uth kemudian pulang ke Jerman saat usianya sudah 24 tahun untuk bergabung dengan Hoffenheim dan di klub ini dia mulai stabil, tetapi dengan catatan gol yang tak terlalu mengagumkan: hanya 29 dari 75 laga selama tiga musim. Uth juga harus berbagi tempat dengan Andrej Kramaric, Sandro Wagner, serta Adam Szalai.

Performanya di Hoffenheim memikat pelatih Schalke Domenico Tedesco yang memboyongnya ke Gelsenkirchen di awal musim ini. Ketajaman, sesuatu yang sangat dibutuhkan Die Mannschaft, tak juga dimunculkan Uth. Dia gagal menyerangkan bola ke gawang lawan selama 632 menit bersama Royal Blues.

Selain ketajaman, Uth juga minim pengalaman internasional meski usianya mendekati kepala tiga. Dia kali terakhir membela negaranya pada 2010, ketika masuk sebagai pemain pengganti untuk Jerman U-20 melawan Swiss. Pemain yang digantikan Uth kala itu adalah Cenk Tosun, striker yang sekarang membela Everton dan Timnas Turki. Itu adalah satu-satunya penampilan Uth di ajang antarnegara.

Meski berkualitas semenjana, Uth punya peluang membuat debut internasional di level senior. Low hanya membawa tiga penyerang: Werner, Uth, dan Thomas Muller. Tak ada yang bertipe striker murni. Jika Uth bisa mencetak gol, bisa jadi dia bakal mendapat banyak kesempatan untuk unjuk kemampuan, mumpung Jerman masih krisis ujung tombak berkualitas.