UEFA Nations League: Lawan Belanda, Tekanan untuk Low Membesar

Mark Uth, debutan yang kemungkinan akan langsung diandalkan Joachim Low. - Reuters/Tatyana Makeyeva
13 Oktober 2018 13:25 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA — Joachim Low memang terbebas dari pemecatan setelah Jerman bermain buruk di Piala Dunia 2018. Namun, tekanan di pundak pelatih yang akrab disapa Jogi itu tetap besar.

Baru-baru ini, legenda Jerman, Michael Ballack dan Jurgen Klinsmann, sama-sama mengeluarkan unek-unek mengenai masa depan Jogi di kursi pelatih Der Panzer. Pekan lalu, Ballack mengaku terkejut karena Low masih aman di kursi pelatih Der Panzer setelah Thomas Muller dkk. angkat kaki sejak fase grup Piala Dunia 2018. Ballack sendiri tidak asing dengan Low karena mantan kapten Der Panzer di bawah binaan sang pelatih.

Setelah itu, giliran Klinsmann angkat suara. Dia mengatakan Low paling tidak harus membawa Jerman lolos ke semifinal Euro 2020 jika ingin selamat dari pekerjaan yang diemban selama kurang lebih 12 tahun itu. Klinsmann juga orang dekat Jogi. Sebab, Jogi pernah menjadi asisten Klinsmann ketika melatih Jerman pada Piala Dunia 2006.

“Jogi diharapkan bisa melakukan penebusan dengan kemenangan demi kemenangan dan [paling tidak] bisa mencapai semifinal Euro berikutnya,” ucap Klinsmann kepada Bild, Jumat (12/10/2018).

Jerman hanya menang sekali dalam dua laga setelah Piala Dunia. Manuel Neuer cs. ditahan imbang tanpa gol Prancis pada laga pembuka Grup 1 Liga A UEFA Nations League dan hanya menang tipis 2-1 dalam laga persahabatan kontra Peru, September lalu. Der Panzer harus menang pada laga kedua UEFA  Nations League melawan Belanda di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Minggu (12/10/2018) pukul 02.45 WIB, jika ingin membuka peluang lolos ke putaran final turnamen antarnegara-negara di Eropa ini.

Saat ini, Jerman hanya berada di urutan kedua di bawah Prancis yang memuncaki Grup 1 dengan koleksi empat poin dalam dua laga. Der Panzer tertinggal tiga poin dari Prancis, dan hanya unggul satu poin dari Belanda yang masih nirpoin. Pertandingan di Amsterdam semakin vital untuk dimenangi, sebab Jerman akan kembali bertemu Prancis pada pertandingan berikutnya.

Jerman tidak bisa menurunkan kekuatan terbaik karena ditinggalkan beberapa pemain yang cedera besama klub masing-masing: meliputi Kai Harvertz, Marco Reus, Leon Goretzka, Kevin Trapp, hingga Antonio Rudiger. Sementara striker Jerman, Timo Werner, bisa jadi akan dicoret dari line up setelah mandul gol dalam lima penampilan terbarunya di panggung internasional. Penggantinya kemungkinan adalah debutan Mark Uth, striker Schalke berumur 27 tahun.

Tekanan tak kalah besar berada di kubu Belanda. Tim berjuluk De Oranje tersebut terancam terdegradasi ke Liga B jika sampai kalah dari Jerman di Amsterdam nanti. Itu karena pada laga pertama di Liga A, pasukan besutan Ronald Koeman menyerah 1-2 di markas Prancis.

Koeman akan mengandalkan dua pemain Liverpool, gelandang Georgio Wijnaldum dan bek Virgil van Dijk, untuk menjinakkan Jerman di Amsterdam Arena. Koeman masih harus memutuskan apakah memainkan Nathan Ake atau Matthijs de Ligt sebagai tandem Van Dijk di jantung pertahanan De Oranje.

Sedangkan di lini depan, Koeman memilih memanggil Steven Bergwijn alih-alih Justin Kluivert. Bergwijn dinilai layak mengenakan kostum Belanda setelah winger PSV Eindhoven itu tampil impresif saat berduel dengan winger Meksiko, Hirving Lozano. 

Sumber : JIBI/Solopos