Kena Sanksi dari Komdis PSSI, CEO Arema FC Tegaskan Tidak Ajukan Banding

Pertandingan Arema FC vs PSIS Semarang - Liga Indonesia
12 Oktober 2018 11:55 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, MALANG - CEO Arema FC Iwan Budianto menegaskan tak akan melakukan banding atas sanksi menjalani laga tanpa Aremania di kandang maupun saat tandang hingga akhir musim Liga 1 2018 yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Kondis) PSSI kepada timnya. Ia bahkan siap jika timnya harus dihukum selama sepuluh tahun asal membuat jera.

Sanksi berat itu merupakan ujung dari insiden yang mewarnai laga menjamu Persebaya Surabaya pekan lalu (6/10/2018). Iwan berharap, sanksi ini dapat menjadi momentum perubahan perilaku positif bagi semuanya, tidak hanya klub, panpel, tapi juga suporter.

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, sejujurnya Arema ikhlas jika harus dihukum sepuluh tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia, kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepakbola kita," ujar pria yang akrab disapa IB itu dikutip dari laman WeAremania, Jumat (12/10/2018).

Pria asli Malang itu menegaskan bahwa Arema menjunjung tinggi integritas sepakbola itu sendiri. Setiap upaya penegakan regulasi menurutnya harus dihormati dan dipatuhi, meski sanksi berat sebagai konskuensinya.

"Kita tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter, utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik," imbuhnya.

IB pun mengajak Aremania untuk merenung dan introspeksi diri, tetap menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadikan sanksi ini sebagai momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku agar lebih baik dalam mendukung tim kebanggaannya. Yang terpenting, IB mengajak Aremania untuk tidak merespon negatif sanksi ini.

"Hentikan perdebatan, yang kita perlukan adalah bangkit, bersatu untuk berubah lebih baik, jika perlu kita harus lebih sering bertemu berdiskusi berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang ulang lagi di masa yang akan datang," tegasnya.