UEFA Nations League: Pesta Lewandowski Bisa Berantakan

Robert Lewandowski - Reuters/Kacper Pempel
11 Oktober 2018 21:29 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rabu, 10 September 2008, merupakan hari yang bakal terus dikenang Robert Lewandowski. Saat itu, ia menorehkan debut manis bersama Polandia sebagai striker muda.

Sekitar satu dekade lalu, Lewy, sapaan akrabnya, begitu antusias dan mencetak satu gol untuk membawa tim berjuluk Orly alias Elang menang 2-0 atas San Marino pada kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa. Sejak itu, Lewy bertransformasi sebagai ikon nasional.

Lewy telah melahap 99 laga dan menyokong 55 gol yang menempatkannya sebagai top scorer sepanjanga masa Polandia. Ia juga membawa Orly menembus berbagai turnamen elite, yakni Euro 2012 dan 2016, serta Piala Dunia 2018. Jasa Lewy  itu membuatnya disejajarkan dengan beberapa legenda Polandia.

“Pada era 70-an, Polandia punya Kazimierz Deyna, pada 80-an punya [Zbigniew] Boniek, dan sekarang kami punya Lewandowski. Tim nasional kami sukses karena kerja sama tim, namun di setiap kesuksesan perlu wajah dan wajah itu Robert Lewandowski. Dia benar-benar pemain kelas dunia,” ujar legenda Polandia, Zbigniew Boniek, seperti dilansir uefa.com, Rabu (10/10).

Lewy pun bakal melakoni laga ke-100 (centurian) bersama Polandia saat menghadapi Portugal di Stadion Slaski, Chorzow, Kamis (12/10) nanti pukul 01.45 WIB. Sayang, pesta Lewy bisa saja rusak di tangan Portugal pada duel Grup 3, Liga A UEFA Nations League.

Setelah gagal total di putaran final Piala Dunia 2018, Polandia belum benar-benar bangkit bersama pelatih baru mereka, Jerzy Brzeczek. The White and Reds, julukan lain Polandia, hanya bermain imbang 1-1 masing-masing melawan Italia di UEFA Nations League dan kontra Rep. Irlandia pada partai persahabatan, September silam.

Sementara itu, meski tidak diperkuat Cristiano Ronaldo, Portugal tampil solid seusai Piala Dunia 2018 di Rusia. Setelah menahan runner up Piala Dunia 2018, Kroasia, dengan skor 1-1 pada laga persahabatan, pasukan Fernando Santos tersebut menjinakkan Italia 1-0 di Stadion Da Luz, pada kampanye perdana mereka di Liga Nations, September lalu.

Pelatih Portugal, Fernando Santos, memoles Portugal sedikit memiliki wajah baru dengan mengubah skema 4-4-2 menjadi 4-3-3. Dengan skema yang cenderung menyerang, Santos tidak kehabisan akal karena memiliki beberapa pemain ofensif yang bisa diandalkan selain Ronaldo. Di antaranya play maker Ruben Neves, winger Bernardo Silva, dan striker Andre Silva.

Bersama Sevilla, Silva menggila di Liga Primera musim ini dengan mencetak 7 gol hanya dalam delapan laga. Jumlah gol itu dua kali lipat dari koleksi Lewandowski bersama Bayern di Bundesliga musim ini. Lewandowski sejauh ini “hanya” melesakkan tiga gol dalam enam penampilan bersama Bayern di liga domestik.

 

 

Sumber : JIBI/Solopos