Orang Ini Siap Disalahkan atas Kasus Tewasnya Suporter Persija

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. - ANtara Foto
25 September 2018 23:37 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus tewasnya pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla lantaran dikeroyok sejumlah Bobotoh—pendukung Persib—di parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 23 September 2018 menjadi kemarahan banyak pihak.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi bersedia disalahkan dalam kasus pengeroyokan tersebut.

"Salahkan Edy Rahmayadi. Kalau semua orang tak mau disalahkan, salahkan Edy Rahmayadi," kata Edy saat konfrensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (25/9/2018).

Edy menjelaskan, pihaknya dalam memberikan sanksi selalu mengedepankan unsur kehatia-hatian. Sebab, ia tak ingin nantinya hukuman itu diberikan kepada orang yang tidak bersalah.

"Soal berani dan tak berani, bukan itu pertanyaannya, jangan sampai mengambil keputusan ‘wah hebat si Edy ini mengambil keputusan, tapi menghukum orang yang benar’," ujarnya.

Edy menuturkan, pada saat pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta, panitia pelaksana (panpel) telah menambah jumlah personel kepolisian sebanyak 4 ribu orang. Padahal berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP), satu pertandingan cukup dijaga oleh 1,5 ribu personel.

"Karena sering kejadian antara Jakmania dan Bobotoh, ditingkatkan empat ribu dan kepolisian begitu ketat. Dan full perketat pengamanan di dalam. Tahu-tahu terjadi belum pelaksanan terjadinya di luar," pungkasnya.

Sumber : okezone.com