Lawan PSG, Pertahanan Liverpool Bisa Kembali Rapuh

Virgil van Dijk, ketenangannya dibutuhkan lini belakang Liverpool - Reuters/Paul Childs
18 September 2018 16:03 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Musim lalu, serangan dan pertahanan Liverpool diibaratkan seperti Ferrari versus Nissan. Benar-benar sangat bertolak belakang.

Serangan Liverpool tak terbendung dengan ketajaman trisula Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane. Namun, pertahanan mereka rentan kebobolan, ditambah kiper Lloris Karius yang kerap membuat blunder bahkan di laga sepenting final Liga Champions. Tapi pertahanan Liverpool bukan lagi menjadi bahan candaan musim ini.

The Reds menggaet Alisson Becker dari AS Roma sebagai kiper termahal kedua di dunia pada musim panas lalu. Kiper Timnas Brasil itu berdiri di depan bek termahal di dunia, Virgil van Dijk, yang lebih dahulu tiba di Anfield, pada bursa transfer Januari silam. Hasilnya bisa dilihat musim ini. Gawang Liverpool baru kemasukan dua biji gol dalam lima laga pembuka Liga Premier 2018/2019.

Setelah “lulus” mengadang serangan Harry Kane dkk. di markas Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu, kini pertahanan Liverpool akan diuji dengan tantangan yang lebih berat melawan Paris Saint Germain (PSG). Barisan belakang Liverpool harus tahan membendung serangan PSG yang diperkuat trisula MCN, Kylan Mbappe, Edison Cavani, dan Neymar.

Neymar bakal mendapat sorotan paling banyak ketimbang dua rekannya di lini depan. Maklum, bomber Brasil itu memiliki reputasi gemar diving di pertahanan lawan. Akibat kelakuannya itu, Neymar sempat menjadi bulan-bulanan ketika membela negaranya di Piala Dunia 2018 lalu.

Sejak final Liga Champions musim lalu, Neymar melesakkan 10 gol dalam 14 pertandingan untuk klub dan negaranya. Eks penyerang Barcelona ini bisa jadi senjata utama PSG untuk mengakhiri paceklik kemenangan dalam tiga kunjungan terbaru mereka ke Inggris. Dalam tiga laga terbaru di Inggris, tim berjuluk Les Parisiens tersebut selalu bermain imbang.

Sayang, Neymar juga memiliki rekor kurang bagus versus tim-tim Inggris. Ia hanya bisa melesakkan dua biji gol dalam delapan pertandingan melawan tim-tim asal Negeri Ratu Alizabeth II ini, atau dengan rata-rata satu gol per 313 menit.

Mohamed Salah menjadi salah satu pemain Liverpool yang digadang-gadang bakal menandingi ketajaman Neymar. Pemain asal Mesir ini melesakkan 10 gol pada Liga Champions musim lalu, lebih baik ketimbang Neymar yang hanya melesakkan enam gol.

Salah dan Neymar memiliki beberapa kemiripan. Keduanya sama-sama berusia 26 tahun dan memiliki tinggi badan 175 cm. Menariknya, Salah yang bermain di sayap kanan serangan Liverpool bukan mustahil akan beradu kecepatan dengan Neymar yang menempati pos saya kiri serangan PSG.

“Ada banyak tim favorit [menjuarai Liga Champions musim ini] dan Liverpool salah satunya,” ujar Pelatih PSG, Thomas Tuchel, kepada L’Equipe. 

Sumber : JIBI/Solopos