Prediksi Manchester City Vs Arsenal: Emery Tak Pernah Menang di Depan Pep

Unai Emery - Reuters/Fabian Bimmer
12 Agustus 2018 17:00 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Unai Emery harus bertemu langsung Manchester City pada laga perdananya menangani Arsenal di Liga Premier Inggris.

Selain sebagai juara bertahan, ada alasan lain yang membuat Emery pantas waswas menghadapi City, yakni rekor buruknya melawan pelatih The Citizens, Josep “Pep” Guardiola. Saat sama-sama melatih di Spanyol, Emery tidak pernah mampu mengalahkan tim polesan Guardiola dalam 10 kali pertemuan. Emery bersama Valencia meraih empat kali imbang dan menelan enam kekalahan melawan Barcelona besutan Josep “Pep” Guardiola.

Sontak Emery dibuat penasaran mematahkan mantra Guardiola ketika Arsenal menjamu City pada match week pertama Liga Premier di Emirates Stadium, London, Minggu (12/8/2018) pukul 22.00 WIB. Ia tentu tak ingin bulan madunya bersama Arsenal rusak di hadapan pasukan Guardiola yang musim lalu melesat menembus 100 poin di klasemen akhir Liga Premier.

“Saya berusia 46 tahun dan dia [Guardiola] 47 tahun. Dia memulai karier sebagai pemain besar dibandingkan saya. Kariernya sebagai pelatih juga lebih besar dibandingkan saya. Statistiknya lebih baik ketimbang saya. Saya suka bermain melawannya karena itu butuh persiapan. Saat kami berada di Spanyol, setiap kali laga melawan Barcelona membuat sangat antusias. Sama seperti laga Minggu ini. Saya ingin membuat para pemain berambisi besar,” ujar Emery, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Sabtu (11/8).

Emery tidak hanya mencoba memperbaiki teknik permainan Arsenal selepas dikuasai Arsene Wenger selama 22 tahun. Emery juga menata mentalitas Mesut Ozil cs. yang kerap goyah dan akhirnya terpaut 37 poin dari City yang finis di puncak klasemen. Peran kapten sebagai leader bagi The Gunners, julukan Arsenal, pun dirasa penting.

Tak tanggung-tanggung, Emery memilih lima nama untuk menjadi kandidat kapten timnya, yakni Laurent Koscielny, Petr Cech, Aaron Ramsey, Granit Xhaka, dan Mesut Ozil. Emery mendatangkan beberapa pemain baru di musim perdananya dengan The Gunners. Dia menggaet bek veteran Swiss, Stephan Lichtsteiner dari Juventus dan defender Yunani, Sokratis Papastathopoulos, dari Borussia Dortmund untuk memperbaiki barisan pertahanan Arsenal.

Selain itu, Emery memboyong kiper Bayer Leverkusen, Bernd Leno, sebagai alternatif Petr Cech di bawah msitar gawang tim London Utara ini. Emery juga menyuntikkan energi dan kekuatan untuk lini gelandang dengan menggaet Lucas Torreira dan Matteo Guendouzi.

Sementara Guardiola hanya mendatangkan dua pemain, salah satunya Riyad Mahrez. Belanja besar-besaran musim lalu tampaknya membuat Guardiola sudah cukup puas. Setelah tampil dominan di Liga Premier musim lalu, The Citizens difavoritkan mempertahankan gelar juara sekaligus menjadi tim pertama yang merag gelar back-to-back di Liga Premier sejak Manchester United pada 2009.

“Selama sembilan tahun [berkarier sebagai pelatih], ketika saya tiba dan orang-orang di Barcelona tidak menyukai saya sebagai manajer. Kemudian, kami memenangi double atau treble di setiap musim dan kami favorit. Jadi, kami favorit lagi [itu sudah biasa],” jelas Guardiola, seperti dilansir dailystar.co.uk. 

Sumber : JIBI/Solopos