Mesut Ozil Pensiun karena Tak Tahan dengan Rasisme

Mesut Ozil - Reuters/Michael Dalder
23 Juli 2018 18:25 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Gelandang Jerman Mesut Ozil pensiun dari Timnas Jerman karena merasa menjadi korban rasisme oleh sebagian publik Jerman dan Presiden DFB (Feredarsi Sepak Bola Jerman) Reinhard Grundel

Ozil mengumumkan pengunduran diri dari sepak bola internasional dalam akun Twitter, Jumat (22/7/2018). Dia menjabarkan panjang lebar alasan pengunduran dirinya, dimulai dari skandal foto bersama Presiden Turki Tayyip Erdogan.

"Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan mengenai politik atau pemilihan, ini adalah bentuk penghormatan terhadap negara keluarga saya," kata Ozil.

"Pekerjaan saya adalah pemain sepak bola dan bukan politikus, dan pertemuan kami bukan merupakan dukungan kebijakan apa pun. Perlakuan yang saya terima dari DFB [Federasi Sepak Bola Jerman] dan banyak pihak lainnya membuat saya tidak lagi ingin mengenakan kaus Timnas Jerman," tambah Ozil.

Ozil menuduh Presiden DFB Reinhard Grindel punya agenda politik. Grindel adalah bekas anggota Parlemen Jerman dari partai politik sayap kanan yang pada 2004 pernah mengatakan populasi penduduk muslim di Jerman sudah terlampau banyak.

"Saya merasa tidak diinginkan dan berpikir apa yang telah saya capai sejak debut internasional saya pada 2009 telah dilupakan. Orang-orang rasis semestinya tidak diizinkan bekerja di federasi sepak bola terbesar di dunia yang memiliki pemain-pemain dari keluarga dengan kebudayaan beragam. Sikap seperti mereka jelas tidak merefleksikan para pemain yang mereka wakili."

Presiden Turki Tayyip Erdogan (kedua kanan) berfoto bersama dengan Ilkay Gundogan (kiri), Mesut Ozil (kedua kiri), dan pemain Everton Cenk Tosun di London, Inggris, pada Minggu (13/5/2018). Gundogan dan Ozil adalah pemain Timnas Jerman berdarah Turki, sedangkan Tosun striker Timnas Turki. – Reuters

"Dengan berat hati , saya tidak akan bermain untuk Jerman di level internasional karena saya merasa menjadi korban rasisme dan tidak dihormati," tambahnya.

"Saya dulu mengenakan kaus Timnas Jerman dengan perasaan bangga dan kegembiraan, tetapi sekarang tidak lagi," kata Ozil.