Menunggu Manuver Sarri Mengikat Higuain

Gonzalo Higuain - Reuters/Susana Vera
22 Juli 2018 22:25 WIB Kaled Hasby Ashshidiqy Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA — Napoli besutan Maurizio Sarri baru saja mencatat dua kemenangan dengan skor 5-0 hanya dalam tempo tiga hari pada September 2015 saat sang pelatih ditanya soal Gonzalo Higuain. “Jika dia [Higuain] berkembang sedikit saja, dia bisa membuat kekacauan [bagi tim mana pun]. Dia senjata utama kami,” kata Sarri kala itu, seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (21/7/2018).

Higuain melesakkan 36 gol dalam 35 laga di bawah asuhan Sarri di Napoli. Ia pun mencetak rekor gol terbanyak di Seri-A. Tiga tahun setelahnya, Higuain berpeluang untuk bereuni dengan Sarri setelah keduanya sempat bercerai lantaran sang pemain memilih hijrah ke Juventus pada 2016.

Tapi, reuni itu bukan di Napoli, melainkan di Chelsea karena Sarri kini telah menjadi manajer tim London Barat tersebut. Di Chelsea, Sarri sebenarnya memiliki sejumlah penyerang kelas atas, salah satunya Alvaro Morata. Namun ia masih ragu dengan kemampuan pemain muda itu.

Ia akan memanfaatkan tur pramusim Chelsea untuk melihat sejauh mana kehebatan mantan bomber Real Madrid dan Juventus itu. Di sisi lain, Sarri enggan melepaskan radarnya dari Higuain yang dibanderol dengan harga 60 juta poundsterling (Rp1,14 triliun). Sarri seolah cinta mati Higuain.

Tapi, pembelian Higuain adalah pembelian berisiko mengingat usianya yang tak lagi muda. Higuain, yang juga pernah memperkuat Real Madrid, akan berumur 30 tahun pada 31 Desember 2018 mendatang. Dengan usia segitu, banderol harga Higuain dianggap terlalu mahal. Di samping itu, ia belum berpengalaman tampil di Liga Premier Inggris yang sangat butuh kekuatan fisik.

Namun, Chelsea nampaknya membutuhkan seorang striker yang haus gol. Hal itu tak terlihat pada musim lalu saat masih dibesut Antonio Conte. Maka tak ayal, Sarri pun membidik cinta lamanya, Higuain, yang memang dikenal garang.

Menarik ditunggu manuver Chelsea di bursa transfer bersama manajer baru mereka, Maurizio Sarri. 

Sumber : JIBI/Solopos