Tim dari Arab Belum Layak Main di Piala Dunia

Mohamed Salah, mewakili kegagalan tim dari Arab di Piala Dunia 2018. - Reuters/Lee Smith
25 Juni 2018 19:10 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih Tunisia Nabil Maalou melontarkan pernyataan keras yang menampar negara-negara Arab partisipan Piala Dunia 2018 di Rusia. Seusai timnya dihantam Belgia dengan skor telak 2-5, Maaloul menyebut tim-tim dari Arab tertinggal dua generasi untuk bisa bersaing di ajang selevel Piala Dunia.

Maaloul tidak asal bicara. Tunisia, Maroko, Arab Saudi dan Mesir yang mewakili kawasan Arab selalu kalah dalam dua laga awal fase grup Piala Dunia. Hasil buruk tersebut memastikan keempat tim tereliminasi lebih awal dari ajang sepak bola empat tahunan itu. Arab Saudi malah menjadi lumbung gol setelah kebobolan enam kali di dua laga awal.

Malooul menilai tim dari Timur Tengah perlu dua generasi lagi untuk mencapai performa fisik dan mental yang layak bersaing di tingkat dunia. Keempat tim Arab yang tampil di Rusia tahun ini dinilainya masih jauh dari performa yang dibutuhkan.

“Kami tidak ingin mengecewakan dunia Arab. Namun kami punya problem bersama yakni tak punya kualitas permainan tinggi. Kami harus mengubah gaya hidup yang bertentangan dengan sepak bola level tinggi, kami perlu mengubah cara berlatih,” ujar pelatih 56 tahun itu seperti dilansir ESPN, Minggu (24/6/2018).

Lebih jauh, tim-tim dari Timur Tengah dianggap tak punya pemain yang bisa menjadi pembeda dan mengubah hasil pertandingan. Mesir sebenarnya menggadang-gadang Mohamed Salah, pemain yang musim lalu mencetak 44 gol bagi Liverpool. Namun winger berambut kriwil itu justru flop setelah cedera bahu di final Liga Champions.

“Sangat sulit memenangi laga melawan tim yang bisa menjadi pembeda setiap saat dengan umpan bagus dan tembakan jitunya,” kata kata Maaloul.

Di Volgograd Arena, Senin (25/6/2018) [ukul 21.00 WIB, dua tim Timur Tengah yakni Mesir dan Arab Saudi akan bersua di laga pamungkas Grup A. Partai tersebut memang sekadar laga hiburan karena kedua tim sudah tak mungkin lolos ke fase knock out. Namun Arab Saudi maupun Mesir diyakini akan tetap ngotot memburu kemenangan untuk menjaga harga diri. Mereka tentu tak ingin pulang dengan predikat juru kunci plus nihil poin.

Arab Saudi sendiri mendapat motivasi tambahan untuk pecah telur setelah gagal mencetak gol di dua laga awal. Mohamed Al Sahlawi yang mencetak 16 gol bagi Arab Saudi di kualifikasi Piala Dunia akan kembali diandalkan Juan Antonio Pizzi. Adapun The Pharaohs, julukan Mesir, akan menanti tuah Mohamed Salah yang baru mencetak satu gol di Rusia, itu pun dari titik penalti.

Sumber : JIBI/Solopos