Deretan Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 Sejauh Ini

Luka Modric - Reuters/Ivan Alvarado
25 Juni 2018 18:25 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Piala Dunia 2018 sudah separuh jalan dan semua tim sudah memainkan dua laga. Bahkan, sebentar lagi tim dari Grup A dan B bakal merampungkan fase penyisihan. Dari 64 pertandingan yang sudah diselesaikan, ada 11 nama yang cukup menonjol dan bermain sangat bagus. Dalam formasi 4-2-3-1, ini daftarnya, dirangkum berdasarkan catatan statistik Whoscored dan Squawka dan pengamatan di tiap pertandingan.

 

Kiper

Guillermo Ochoa (Meksiko)

Veteran Piala Dunia 2006, 2010, dan 2014 yang baru mencatat debut Piala Dunia di Brasil empat tahun lalu. Kali ini, kiper 32 tahun ini tampil apik saat menghadapi Jerman dan Korea. Dia memang kebobolan, tetapi gol Heung Min Son yang mengoyak jalanya dihasilkan dari teknik bagus yang susah dicegah kiper mana pun. Ochoa punya persentese penyelamatan tertinggi dari semua kiper yang menghadapi lima tembakan (5%).

 

Bek Kanan

Moussa Wague (Senegal)

Namanya dilafalkan menjadi “Wage”, layaknya hari pasaran dalam almanak Jawa. Bek kanan 19 tahun ini mencetak satu gol saat Senegal bermain imbang 2-2 melawan Jepang. Wague menjadi pemain Senegal paling kreatif. Melewan Jepang, dia menciptakan lima peluang. Tak ada pemain Senegal yang menciptakan peluang sebanyak bek yang merumput bersama klub Belgia, Eupen tersebut.

 Moussa Wague (Reuters)

Bek Tengah

John Stones (Inggris)

Berkat Pep Guardiola, John Stones piawai menjadi bek yang mahir mengatur serangan layaknya Franz Beckenbauer. Di Piala Dunia 2018, Stones menembak lebih banyak ketimbang salah mengumpan. Dalam dua laga, bek Manchester City ini membuat 170 operan dan hanya meleset empat kali. Sementara, tembakan yang dia buat sampai lima kali, dan gol yang dia lesakkan sudah dua kali.

 

Bek Tengah

Kenneth Omeruo (Nigeria)

Nigeria tampil jelek melawan Kroasia dan tampil sangat bagus menghadapi Islandia, salah satunya karena ketangguhan Omeruo. Dia memang menyebabkan Islandia mendapatkan penalti yang untungnya gagal dieksekusi Gylfi Sigurdsson. Namun, Omeruo kemudian membuat assist yang bagus untuk gola kedua Nigeria yang dicatat Ahmed Musa. Di lini belakang, Omeruo mencatat tiga intersep dan tujuh sapuan melawan Islandia. Tak ada yang setangguh dirinya sebagai bek tengah sejauh ini.

 

Kenneth Omeruoe (22) (Reuters)

Bek Kiri

Youssouf Sabaly (Senegal)

Bersama Wague, Sabaly melengkapi kegemilangan fullback Senegal di hadapan Jepang. Dia yang menembak bola dengan keras ke arah gawang Jepang yang gagal diblok dengan sempurna oleh Eiji Kawashima sehingga Sadio Mane membuka keunggulan Senegal. Jika Wague di kanan sangat kreatif, Sabaly di kiri sangat lincah. Bek 25 tahun asal klub Bordeaux ini tiga kali sukses menggiring bola melewati pemain Jepang, catatan terbanyak untuk pemain Senegal.

 

Gelandang Bertahan

Luka Modric (Kroasia)

Luka Modric mendominasi lini tengah kala menghadapi Argentina dan membuat Javier Mascherano layaknya pemain amatir. Catatan tekel, duel, dan giringannya sempurna: 100%. Kegemilangannya diakhiri dengan tendangan melengkung yang menghasilkan gol kedua Kroasia yang makin merontokkan moral pemain Argentina.

 

Gelandang Tengah

Ivan Rakitic (Kroasia)

Dia memberi energi dalam serangan balik Kroasia terhadap Argentina. Rakitic juga membantu rekan-rekannya menutup ruang gerak rekannya di Barcelona, Lionel Messi. Tembakan Rakitic sangat presisi. Dia mencatat dua sepakan akurat, dan satu gol. Bola sepakan bebasnya juga membentur mistar dan Willy Caballero yang malang hanya bisa melongo.

 

Gelandang Serang

Aleksandr Golovin (Rusia)

Sumbu kreativitas Rusia. Dua assist, satu operan kunci, dan satu gol melawan Arab Saudi menegaskan potensi gelandang 22 tahun asal CSKA Moscow ini. Meski tak terlalu terlihat saat menghadapi Mesir, Golovin tetap mampu menjadi dinamo serangan di sepertiga akhir permainan Rusia.

 Aleksandr Golovin (Reuters)

Sayap Kanan

James Rodriguez (Kolombia)

Di laga pertama kala Kolombia kalah melawan Jepang, James cedera dan dipaksakan bermain tetapi tak bisa berbuat banyak. Kala melawan Polandia, dia sangat mematikan dengan mencatat dua assist, satu untuk Yerry Mina dan satu untuk Juan Cuadrado. James adalah pemain keempat dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak dua assist dalam dua pertandingan berbeda. Dobel assist lain yang dia bikin adalah di Brasil 2014.

 

Sayap Kiri

Takashi Inui (Jepang)

Pemain terbaik Jepang saat melawan Senegal dan salah satu pemain terbaik di Grup H. Selain mencetak gol, Inui yang sekarang merumput bersama Eibar di La Liga secara konstan menjadi sumber utama serangan Jepang. Dia bisa saja mencetak brace andai bola sepakannya tak membentut mistar di babak kedua. Inui sempat absen menyumbang gol untuk Jepang selama tiga tahun, tetapi sekarang dia sudah bikin tiga gol dalam tiga laga.

 

Takashi Unui & Youssouf Sabaly (Reuters)

Striker

Cristiano Ronaldo (Portugal)

Empat gol di dua laga. Hattrick yang bikin David de Gea tampak bodoh, dan satu gol ke gawang Maroko yang dihasilkan dari salah satu senjata utamanya, ayunan kepala. Kulitnya digelapkan sejak semusim belakangan dan terlihat sangat kentara di Rusia, tetapi kecemerlangannya tak luntur. Ronaldo adalah pencetak hattrick pertama di Piala Dunia 2018.