RUSIA VS ARAB SAUDI: Ini Alasan Kami Lebih Mengunggulkan Rusia

Igor Akinfeev, memberi ketenangan di lini belakang Rusia. - Reuters/Kai Pfaffebach
14 Juni 2018 17:25 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gong pembukaan Piala Dunia 2018 bakal resmi ditabuh Kamis (14/6) nanti malam pukul 22.00 WIB. Pertandingan tuan rumah Rusia versus Arab Saudi akan menandai digelarnya pesta sepak bola ini. Rusia, meski permainannya sangat buruk di uji coba, tetap punya peluang lebih besar ketimbang Arab Saudi untuk memenangi laga ini.

Faktor Tuan Rumah

Sebagai tuan rumah, Rusia, menanggung bakal didukung mayoritas peninton di Stadion Luzhniki yang berkapasitas 80.000 tempat duduk. Bagaimana pun, dukungan penonton akan sangat berarti, meski juga bisa menjadi beban.

Rekor Buruk

Rusia tersebut memulai kampanye perdananya di turnamen sepak bola terakbar ini sebagai kontestan dengan ranking FIFA terendah di antara 32 peserta. Parahnya, Sbornaya melakoni pemanasan dengan tidak pernah mencicipi satu pun kemenangan dalam kurun waktu delapan bulan terakhir. Hasil imbang 1-1 atas Turki di Moskow pekan lalu bahkan menjadikan Stanislav Cherchecov sebagai pelatih pertama Rusia tanpa kemenangan dalam tujuh laga beruntun sejak negara ini masih bernama Uni Soviet. Ini bisa menjadi kelemahan.

Kiper Berpengalaman

Meski demikian, Rusia punya tembok kuat, yakni kiper sekaligus kapten Igor Akinfeev. Dia memiliki jam terbang lebih tinggi di level tim nasional dan klub dibanding dua penjaga gawang legendaris Uni Soviet, Lev Yashin dan Rinat Dasayev. Sayangnya rekor dia buruk. Kiper berusia 43 tahun tersebut tak pernah clean sheet dalam 43 penampilannya di Liga Champions bersama CSKA Moscow selama 11 tahun terakhir.

Striker Saudi

Akinfeev harus menghadapi penyerang Arab Saudi, Mohammed Al-Sahlawi. Pemain yang sempat menjalani latihan bersama Manchester United selama tiga pekan tersebut moncer dengan 16 gol di kualifikasi. Meski demikian, Akinfeev dkk. Masih bisa bernapas lega karena Al-Sahlwi mandul dalam sembilan laga terakhir.

Peluang Saudi

Saudi yang kini diasuh Juan Antonio Pizzi kalah dari sisi teknis dan pengalaman, serta dukungan penonton. Mereka kemungkinan besar kalah. Saudi bisa meraih hasil imbang atau setidaknya menang jika tren buruk permainan Rusia berlanjut.