Di Laga Terakhir, Zidane Mainkan Puteranya

Luca Zidane (Reuters/Heino Kalis)
21 Mei 2018 15:41 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, VILLARREAL – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane selama ini gemar menurunkan pemain muda atau pelapis di laga yang tak menentukan. Publik pun memberikan predikat “Madrid B” bagi tim kedua yang berisi pemain macam Marco Asensio, Daniel Ceballos hingga Borja Mayoral.

Namun ketika Madrid B unjuk gigi musim ini, selalu tak ada nama Luca Zidane di tim tersebut. Luca Zidane adalah putra kedua Zidane yang berposisi sebagai penjaga gawang Los Blancos. Bergabung dengan tim sejak 2016, kiper 20 tahun ini harus puas bermain bersama Real Madrid II lantaran kesulitan menembus tim utama.

Namun “kado” mengejutkan diberikan sang ayah saat mempersilakan Luca masuk ke starting line up saat melawat ke markas Villarreal di Estadio de La Ceramica, Minggu (20/5/2018) dini hari WIB. Tak tanggung-tanggung, Luca menjadi kiper utama menyingkirkan Keylor Navas dan Kiko Casilla. Penunjukan Luca makin menarik karena saat itu Madrid tak turun dengan tim B, melainkan dengan kekuatan inti seperti Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos hingga Marcelo.

“Sehari sebelumnya ayah berkata [akan memainkan saya], dia mengatakan pada saya untuk menikmati momen ini. Ini adalah sebuah kehormatan bisa bermain dengan para pemain terbaik di dunia,” ungkap Luca seperti dikutip Marca, Minggu.

Luca Zidane cukup tenang menghadapi debut bersama tim utama Madrid. Hal itu ditunjukkan sang kiper saat menahan tendangan bebas terarah Nicola Sansone di awal babak kedua. Saat itu Madrid sudah unggul 2-0 lewat gol Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo di babak pertama.

Sayang Luca mulai keteteran di lima menit terakhir. Pemain pengganti Villareal, Samu Castillejo, sukses mengecoh sang kiper yang maju ke mulut gawang untuk menghalangi umpan terobosan dari tengah lapangan. Castillejo pun dengan mudah menceploskan bola dan membuat skor menjadi 2-2. Sebelumnya Villareal mencetak gol di menit ke-70 lewat tendangan geledek Roberto Martinez.

“Rasanya manis dan pahit. Saya bangga karena telah menjalani debut dengan tim terbaik di dunia. Namun hasil imbang membuat saya merasa sedikit kecewa.” Lebih jauh dia menampik pemilihannya sebagai kiper utama lantaran “faktor keluarga”. “Ketika saya bermain, saya Luca, bukan Zidane,” tegasnya. 

Sumber : JIBI/Solopos