PSIM Jogja Ditahan Imbang Tanpa Gol Oleh 10 Pemain Mojokerto Putra

Pesepak bola PSIM Jogja Ayub Antoh (biru) berebut bola dengan pesepak bola Mojokerto Putra pada lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (1/5/2018). - Harian Jogja/Jumali
01 Mei 2018 18:12 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, BANTUL -- PSIM Jogja gagal memenuhi ambisinya meraih poin penuh di laga kandang perdana pada lanjutan Liga 2 2018 Grup Timur, setelah ditahan imbang Mojokerto Putra dengan skor 0-0 di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (1/5/2018). Atas hasil ini, PSIM tetap berada di juru kunci klasemen Grup Timur dengan -8, usai sanksi pengurangan 9 poin dari PT Liga Indonesia Baru.

Bermain di hadapan ribuan penonton yang memadati Stadion Sultan Agung Bantul, PSIM justru langsung ditekan oleh barisan penyerangan Mojokerto Putra. Mantan striker PSIM Krisna Adi sempat membuat lini belakang PSIM bekerja ekstra keras di awal babak pertama. Meskipun beberapa tendangannya masih menjauh dari mistar gawang Ivan Febrianto.

PSIM baru membuka peluang pada menit ke-8 melalui Pratama Gilang. Namun tendangan dari pemain gelandang ini masih jauh dari gawang Mojokerto Putra. Begitu juga dengan peluang yang dicetak oleh M Rifky di menit ke-14, masih melebar dari gawang Mojokerto Putra.

Sebaliknya Mojokerto Putra yang lebih banyak melakukan serangan balik, bukan tanpa peluang. Menit ke-30 tendangan dari Indra Setiawan sempat membahayakan gawang PSIM Jogja. Beruntung tendangan pemain ini masih melambung. Kedudukan 0-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Masuk babak kedua, Mojokerto Putra langsung menekan pertahanan PSIM Jogja. Namun sontekan dari Krisna Adi di depan gawang masih melebar.

PSIM sendiri baru mampu lepas dari tekanan pada menit ke-66 melalui Yoga Pratama. Sayang tendangan pemain ini masih mampu ditepis oleh Putut, kiper Mojokerto Putra.

PSIM sejatinya mendapatkan peluang manis di pertengahan babak kedua, setelah Mojokerto Putra bermain dengan 10 pemain, usai Finky Pasamba menerima kartu kuning kedua. Namun unggul jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh PSIM. Hingga akhir babak kedua, kedudukan tetap 0-0.

Pelatih PSIM Bona Simanjuntak mengaku mengapresiasi permainan anak asuhnya, meskipun gagal meraih poin penuh di kandang. Sebab, eks gelandang PSS ini melihat permainan dari PSIM sudah cukup baik. "Kami kurang beruntung. Beberapa peluang tapi belum jadi gol, ini akan kami benahi kedepan agar bisa bertahan di Liga 2,” ungkapnya.

Sedangkan pelatih MP, Jamal Yastro mengaku puas dengan raihan satu poin di kandang PSIM. Meski harus bermain dengan 10 pemain di pertengahan babak kedua, namun konsentrasi pemainnya dinilainya cukup baik dan mampu meraih satu poin di laga kali ini.

“Lini tengah kami kalah. Namun kami bersyukur mampu meraih poin di sini," ucapnya.